Jumat, 06 Januari 2017

Call for Paper: Jurnal Studi Kultural Volume II Nomor 2 Juli 2017


Telah dibuka penerimaan laporan penelitian An1mage Jurnal Studi Kultural (AJSK) Volume II Nomor 2 Juli 2017. Deadline terakhir pada tanggal 15 Juni 2017. Silakan kirimkan laporan penelitian Anda dalam format yang Anda ketahui terlebih dulu, click di link berikut dan atau silakan bergabung sebagai penulis AJSK di link berikut.

AJSK menerima karya yang kritis, menguak mitos, membantu yang lemah dan terpinggirkan (termarjinalkan) dalam melawan balik dari ketertindasan. Mayoritas belum tentu kuat, minoritas belum tentu lemah dan terpinggirkan. Mari membangun bangsa dengan pikiran kritis, pikiran kreatif, pikiran dengan analisis yang kuat dan membangun mental kita semua agar menjadi sepadan apapun gendernya (gender equality).

AJSK tidak hanya untuk sains sosial namun juga sains eksakta, sebab di sains eksakta juga muncul konstruksi mitos-mitos yang harus dibongkar (dekonstruksi) lebih kritis. Ilmu eksakta bukanlah dogma dan bukan pula agama, ilmu eksakta terus berkembang menuju penemuan-penemuan baru. Terobosan baru dalam teknik di bidang apapun juga AJSK menerimanya.

Bila kita bukan siapa-siapa, bukan orang yang terkenal dan dikenal dengan kekayaan, pengaruh, pangkat, dan jabatan yang tinggi, maka marilah berkarya dalam laporan penelitian agar kita menjadi seseorang yang memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan. Mau abadi? Mari menerbitkan laporan penelitian.

Mengirim laporan penelitian click di link berikut 
Bergabung sebagai penulis di AJSK click di link berikut.

Minggu, 01 Januari 2017

An1mage Jurnal Studi Kultural Volume II Nomor 1 Januari 2017 ISSN: 2477-3492

https://goo.gl/uf80m5


Jurnal Studi Kultural berisi laporan penelitian yang kritis, menguak mitos, membantu yang lemah dan terpinggirkan (termarjinalkan) untuk melawan balik dari ketertindasan. Mayoritas belum tentu kuat, minoritas belum tentu lemah dan terpinggirkan. 

Jurnal Studi Kultural tidak hanya berisi sains sosial namun juga sains eksakta, sebab di sains eksakta juga muncul konstruksi mitos-mitos yang harus dibongkar (dekonstruksi) lebih kritis. Ilmu eksakta bukanlah dogma dan bukan pula agama, ilmu eksakta terus berkembang menuju penemuan-penemuan baru dan terobosan baru dalam teknik di bidang apa pun.

An1mage cyber "Jurnal Studi Kultural" ini dapat di-download gratis demi penyebaran, pencerahan, keterbukaan pikiran dan dalam rangka mencerdaskan bangsa agar terbebas dari belenggu hegemoni, dogma, pola pikir agamis yang sempit dan kebodohan karena budaya lisan yang kuat silakan download di PlaystoreGoogle BookAcademiaIssuu. Untuk Amazon grup diwajibkan subscribe terlebih dahulu untuk membaca gratis. Silakan akses di Amazon USAmazon UKAmazon GermanAmazon FrenchAmazon SpainAmazon ItalyAmazon NetherlandAmazon JapanAmazon PortugalAmazon CanadaAmazon MexicoAmazon Australia, dan Amazon India.

Untuk versi cetak menggunakan sistem print on demand (POD) atau pesan buku paperback (softcover) versi cetak berdasarkan pesanan dari pembaca akan dilayani dengan meng-click tombol add to cart di link berikut: https://goo.gl/SmTWwX, harga tidak termasuk biaya pengepakan dan pengiriman. Terima kasih banyak.

Bila kita bukan siapa-siapa, bukan orang yang terkenal dan dikenal dengan kekayaan, pengaruh, pangkat, dan jabatan yang tinggi, maka marilah berkarya dalam laporan penelitian agar kita menjadi seseorang yang memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan. Mau namanya abadi? Mari menerbitkan laporan penelitian.

Ingin laporan penelitianmu juga diterbitkan dalam Jurnal Studi Kultural? Silakan bergabung di Komunitas Jurnal Studi Kultural Indonesia dan atau Serikat Dosen Indonesia.

Mau membaca publikasi sebelumnya? Silakan click link website Jurnal Studi Kultural.

An1mage Jurnal Studi Kultural Volume I Nomor 2 Juni 2016 ISSN: 2477-3492




Jurnal Studi Kultural berisi laporan penelitian yang kritis, menguak mitos, membantu yang lemah dan terpinggirkan (termarjinalkan) untuk melawan balik dari ketertindasan. Mayoritas belum tentu kuat, minoritas belum tentu lemah dan terpinggirkan. 

Jurnal Studi Kultural tidak hanya berisi sains sosial namun juga sains eksakta, sebab di sains eksakta juga muncul konstruksi mitos-mitos yang harus dibongkar (dekonstruksi) lebih kritis. Ilmu eksakta bukanlah dogma dan bukan pula agama, ilmu eksakta terus berkembang menuju penemuan-penemuan baru dan terobosan baru dalam teknik di bidang apa pun.

An1mage cyber "Jurnal Studi Kultural" ini dapat di-download gratis demi penyebaran, pencerahan, keterbukaan pikiran dan dalam rangka mencerdaskan bangsa agar terbebas dari belenggu hegemoni, dogma, pola pikir agamis yang sempit dan kebodohan karena budaya lisan yang kuat silakan download di PlaystoreGoogle BookAcademiaIssuu. Untuk Amazon grup diwajibkan subscribe terlebih dahulu untuk membaca gratis. Silakan akses di Amazon USAmazon UKAmazon GermanAmazon FrenchAmazon SpainAmazon ItalyAmazon NetherlandAmazon JapanAmazon PortugalAmazon CanadaAmazon MexicoAmazon Australia, dan Amazon India.

Untuk versi cetak menggunakan sistem print on demand (POD) atau pesan buku paperback (softcover) versi cetak berdasarkan pesanan dari pembaca akan dilayani dengan meng-click tombol add to cart di link berikut: https://goo.gl/SmTWwX, harga tidak termasuk biaya pengepakan dan pengiriman. Terima kasih banyak.

Bila kita bukan siapa-siapa, bukan orang yang terkenal dan dikenal dengan kekayaan, pengaruh, pangkat, dan jabatan yang tinggi, maka marilah berkarya dalam laporan penelitian agar kita menjadi seseorang yang memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan. Mau namanya abadi? Mari menerbitkan laporan penelitian.

Ingin laporan penelitianmu juga diterbitkan dalam Jurnal Studi Kultural? Silakan bergabung di Komunitas Jurnal Studi Kultural Indonesia dan atau Serikat Dosen Indonesia.

Mau membaca publikasi sebelumnya? Silakan click link website Jurnal Studi Kultural.

An1mage Jurnal Studi Kultural volume I Nomor 1 Januari 2016 ISSN: 2477-3492



Jurnal Studi Kultural berisi laporan penelitian yang kritis, menguak mitos, membantu yang lemah dan terpinggirkan (termarjinalkan) untuk melawan balik dari ketertindasan. Mayoritas belum tentu kuat, minoritas belum tentu lemah dan terpinggirkan. 

Jurnal Studi Kultural tidak hanya berisi sains sosial namun juga sains eksakta, sebab di sains eksakta juga muncul konstruksi mitos-mitos yang harus dibongkar (dekonstruksi) lebih kritis. Ilmu eksakta bukanlah dogma dan bukan pula agama, ilmu eksakta terus berkembang menuju penemuan-penemuan baru dan terobosan baru dalam teknik di bidang apa pun.

An1mage cyber "Jurnal Studi Kultural" ini dapat di-download gratis demi penyebaran, pencerahan, keterbukaan pikiran dan dalam rangka mencerdaskan bangsa agar terbebas dari belenggu hegemoni, dogma, pola pikir agamis yang sempit dan kebodohan karena budaya lisan yang kuat silakan download di PlaystoreGoogle BookAcademiaIssuu. Untuk Amazon grup diwajibkan subscribe terlebih dahulu untuk membaca gratis. Silakan akses di Amazon USAmazon UKAmazon GermanAmazon FrenchAmazon SpainAmazon ItalyAmazon NetherlandAmazon JapanAmazon PortugalAmazon CanadaAmazon MexicoAmazon Australia, dan Amazon India.

Untuk versi cetak menggunakan sistem print on demand (POD) atau pesan buku paperback (softcover) versi cetak berdasarkan pesanan dari pembaca akan dilayani dengan meng-click tombol add to cart di link berikut: https://goo.gl/SmTWwX, harga tidak termasuk biaya pengepakan dan pengiriman. Terima kasih banyak.

Bila kita bukan siapa-siapa, bukan orang yang terkenal dan dikenal dengan kekayaan, pengaruh, pangkat, dan jabatan yang tinggi, maka marilah berkarya dalam laporan penelitian agar kita menjadi seseorang yang memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan. Mau namanya abadi? Mari menerbitkan laporan penelitian.

Ingin laporan penelitianmu juga diterbitkan dalam Jurnal Studi Kultural? Silakan bergabung di Komunitas Jurnal Studi Kultural Indonesia dan atau Serikat Dosen Indonesia.

Mau membaca publikasi sebelumnya? Silakan click link website Jurnal Studi Kultural.

Menyoal Risiko dan Kontingensi Pengetahuan dalam Masyarakat Pengetahuan Kontemporer oleh Hendar Putranto

“Guru (dosen) adalah pengabdi masyarakat tanpa tanda jasa”, maka tidak perlu berharap terlalu banyak bahwa ada pihak lain yang akan memerhatikan, apalagi memperjuangkannya secara konkret, dalam bentuk pelbagai kebijakan (politis, ekonomis) yang tujuannya untuk mengangkat harkat, martabat dan kesejahteraan para guru dan dosen. Selain itu, sebenarnyalah dosen merupakan sumber daya manusia yang diadakan untuk menjalankan sistem kerja lembaga pendidikan tinggi, yang meliputi universitas, institut, akademi dan sekolah tinggi.

Dosen merupakan pelaksana kerja yang harus ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitas kerjanya, moralitas, kedisiplinan serta tingkat kesejahteraannya, yang kelak menciptakan kondisi dan situasi yang nyaman dalam bekerja, sehingga pada gilirannya setiap dosen mempunyai rasa memiliki, menyayangi dan persaudaraan antar sesama dosen, dengan menyadari betapa pentingnya proses produksi pengetahuan yang diharapkan mampu mewujudkan lembaga pendidikan tinggi tingkat dunia (world-class university) berdasarkan kebijakan kualitas (quality policy) sebagai salah satu pendukung pencerdasan kehidupan bangsa.

Detailnya lihat di link berikut:
https://www.academia.edu/30673658/Menyoal_Risiko_dan_Kontingensi_Pengetahuan_dalam_Masyarakat_Pengetahuan_Kontemporer

Anda punya penelitian yang belum dipublikasikan? Buruan sebelum penelitiannya didahului oleh orang lain, sebab pemikiran seseorang lebih sering memiliki ide yang sama, tetapi yang menang adalah yang pertama kali memublikasikannya, segera gabung di: https://www.facebook.com/groups/StudiKulturalIndonesia/ 


Membongkar Mitos Jurnal Ber-ISSN Wajib Terakreditasi Dikti yang Hanya Mendapatkan Nilai Kumulatif bagi Dosen di Indonesia oleh Michael Sega Gumelar

International Standard Serial Number (ISSN) yang berawal dari International Organization for Standardization (ISO) sebagai standar internasional untuk penyusunan secara urut, pembuatan katalog,  memudahkan peminjaman antar perpustakaan, dan hal-hal yang membuat mudah lainnya dalam literatur secara serial. Pertama kali diusulkan pada tahun 1971 kemudian diterbitkan sebagai ISO 3297 pada tahun  1975. ISSN digunakan secara luas untuk majalah, terbitan berseri lainnya dan jurnal.

ISSN internasional berpusat di Paris dan memiliki website yang dapat diakses secara mudah di www.issn.org Indonesia seperti negara lainnya juga memiliki pelayanan ISSN ini yang dapat diakses di http://issn.lipi.go.id/

Dalam beberapa puluh tahun terakhir muncul mitos bahwa jurnal yang sudah memiliki ISSN tidak berharga karena tidak memiliki nilai dalam pengajuan jenjang jabatan akademik (JJA) dosen karena yang mendapatkan nilai kumulatif untuk pengurusan JJA tersebut hanya jurnal ber-ISSN yang sudah terakreditasi oleh pendidikan tinggi (Dikti) di Indonesia.

Studi ini bertujuan membongkar, mendekonstruksi dan atau memecahkan mitos tersebut dan memberikan pencerahan agar para dosen tetap dapat terus berkarya dalam membuat laporan penelitian dengan nyaman tanpa dibebani apakah jurnal tersebut terakreditasi oleh Dikti atau tidak, sebab selama jurnal tersebut memiliki ISSN, maka sudah pasti mendapatkan nilai kumulatif tertentu yang disesuaikan dengan bidang ilmu para dosen tersebut.

Detailnya lihat di link berikut:
https://www.academia.edu/30673639/Membongkar_Mitos_Jurnal_Ber-ISSN_Wajib_Terakreditasi_Dikti_yang_Hanya_Mendapatkan_Nilai_Kumulatif_bagi_Dosen_di_Indonesia

Anda punya penelitian yang belum dipublikasikan? Buruan sebelum penelitiannya didahului oleh orang lain, sebab pemikiran seseorang lebih sering memiliki ide yang sama, tetapi yang menang adalah yang pertama kali memublikasikannya, segera gabung di: https://www.facebook.com/groups/StudiKulturalIndonesia/ 


Literasi Visual Tokoh Hanoman Bali dengan Pendekatan Augmented Reality oleh I Made Marthana Yusa dan I Nyoman Agus Suarya Putra

Artikel ilmiah ini merupakan bagian dari penelitian tim penulis pada skema Penelitian Dosen Pemula Ristek Dikti dengan judul 'Imagologi Hanoman Melalui Literasi Media Dengan Pendekatan Augmented Reality'. Penelitian ini mencoba mengungkap imagologi Hanoman kemudian menyampaikannya sebagai representasi kesetiaan, pengabdian dan patriotisme melalui literasi media cerita bergambar yang disajikan menggunakan pendekatan augmented reality kepada anak-anak usia 5-11 tahun, sesuai segmentasi Masa Kanak-kanak menurut Profil Kesehatan Indonesia (Depkes RI, 2009). Langkah-langkah metodologis yang dijalani dimulai dari pengumpulan data mengenai Imagologi Hanoman, literasi media dan augmented reality.

Pengumpulan data dilakukan dengan metode studi literatur, wawancara, dokumentasi dan observasi. Wawancara dilakukan dengan narasumber terkait yang banyak mengkaji karakter Hanoman. Pada progres penelitian, tim peneliti telah melakukan wawancara dengan I Nyoman Arcana, Pelukis Tradisional Bali bergaya Kamasan, Klungkung. Pada proses wawancara berkembang menjadi partisipatory, dengan melibatkan penulis dalam proses penghayatan karakter Hanoman melalui kegiatan melukis, yang dibimbing langsung oleh narasumber (I Nyoman Arcana). Dokumentasi dilakukan pada proses observasi, melihat dan merekam sosok Hanoman dalam Seni Tari dan Seni Rupa. Data yang terkumpul dianalisa dengan pendekatan kualitatif.

Selanjutnya dilakukan perancangan buku pendek tentang literasi visual Hanoman. Selanjutnya sistem augmented reality diimplementasikan pada gambar yang ditampilkan di buku. Pada proses perancangan tersebut juga ditampilkan aset virtual Hanoman untuk ditampilkan ketika layar smartphone diarahkan ke halaman buku. Pendekatan augmented reality memungkinkan menampilkan sosok virtual Hanoman pada layar perangkat smartphone, ketika diarahkan ke bidang gambar cerita bergambar. Wujud virtual Hanoman akan ditampilkan dengan tanda-tanda visual dan berbagai variasi pengembangan visualisasi dari asalnya di India. Media yang diwujudkan dalam penelitian ini bertujuan untuk membantu anak-anak mengenali tanda-tanda visual Hanoman. Anak-anak juga bisa memahami dan meresapi sikap kesetiaan, pengabdian dan patriotisme Hanoman melalui literasi media, membaca dan mengkaji cerita kepahlawanannya.

Detailnya lihat di link berikut:
https://www.academia.edu/30673623/Literasi_Visual_Tokoh_Hanoman_Bali_dengan_Pendekatan_Augmented_Reality

Anda punya penelitian yang belum dipublikasikan? Buruan sebelum penelitiannya didahului oleh orang lain, sebab pemikiran seseorang lebih sering memiliki ide yang sama, tetapi yang menang adalah yang pertama kali memublikasikannya, segera gabung di: https://www.facebook.com/groups/StudiKulturalIndonesia/