Sabtu, 31 Desember 2016

Industri Budaya dan Kontes Prestige: Terpinggirnya Pemuatan Laporan Penelitian di Jurnal yang Tidak Terindeks Scopus di Indonesia oleh Michael Sega Gumelar

An1mage/ Universitas Udayana/Universitas Surya/ Perguruan Tinggi Keling Kumang, Komunitas Studi Kultural, Serikat Dosen Indonesia, i-komik

Abstrak
Menyoroti, mengkritisi, mendekonstruksi keterpinggiran Jurnal Non Indeks Scopus dan bobot penelitian seorang peneliti apakah karena dapat masuk ke jurnal yang terindeks oleh Scopus? Ataukah karena bobot yang berkualitas karena penelitian itu sendiri walaupun tidak masuk ke jurnal yang tidak terindeks oleh Scopus?

Industri budaya yang dibisniskan dalam laporan penelitian di bidang pendidikan, Indeks Scopus serta munculnya kontes prestige, keikutsertaan Pemerintah Indonesia dalam mendukung hegemoni tersebut yaitu dengan adanya program meraih gelar doktor sebagai salah satu syaratnya adalah laporan penelitian calon doktor tersebut masuk ke dalam jurnal yang memiliki Indeks Scopus saat studi ini dilaporkan.


Detailnya lihat di link berikut: https://www.academia.edu/30673350/Industri_Budaya_dan_Kontes_Prestige_Terpinggirnya_Pemuatan_Laporan_Penelitian_di_Jurnal_yang_Tidak_Terindeks_Scopus_di_Indonesia

Anda punya penelitian yang belum dipublikasikan? Buruan sebelum penelitiannya didahului oleh orang lain, sebab pemikiran seseorang lebih sering memiliki ide yang sama, tetapi yang menang adalah yang pertama kali memublikasikannya, segera gabung di: https://www.facebook.com/groups/StudiKulturalIndonesia/ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar