Sabtu, 31 Desember 2016

Membongkar Mitos Jurnal Ber-ISSN Wajib Terakreditasi Dikti yang Hanya Mendapatkan Nilai Kumulatif bagi Dosen di Indonesia oleh Michael Sega Gumelar

Abstrak
International Standard Serial Number (ISSN) yang berawal dari International Organization for Standardization (ISO) sebagai standar internasional untuk penyusunan secara urut, pembuatan katalog,  memudahkan peminjaman antar perpustakaan, dan hal-hal yang membuat mudah lainnya dalam literatur secara serial. Pertama kali diusulkan pada tahun 1971 kemudian diterbitkan sebagai ISO 3297 pada tahun  1975. ISSN digunakan secara luas untuk majalah, terbitan berseri lainnya dan jurnal.

ISSN internasional berpusat di Paris dan memiliki website yang dapat diakses secara mudah di www.issn.org Indonesia seperti negara lainnya juga memiliki pelayanan ISSN ini yang dapat diakses di http://issn.lipi.go.id/

Dalam beberapa puluh tahun terakhir muncul mitos bahwa jurnal yang sudah memiliki ISSN tidak berharga karena tidak memiliki nilai dalam pengajuan jenjang jabatan akademik (JJA) dosen karena yang mendapatkan nilai kumulatif untuk pengurusan JJA tersebut hanya jurnal ber-ISSN yang sudah terakreditasi oleh pendidikan tinggi (Dikti) di Indonesia.

Studi ini bertujuan membongkar, mendekonstruksi dan atau memecahkan mitos tersebut dan memberikan pencerahan agar para dosen tetap dapat terus berkarya dalam membuat laporan penelitian dengan nyaman tanpa dibebani apakah jurnal tersebut terakreditasi oleh Dikti atau tidak, sebab selama jurnal tersebut memiliki ISSN, maka sudah pasti mendapatkan nilai kumulatif tertentu yang disesuaikan dengan bidang ilmu para dosen tersebut.

Detailnya lihat di link berikut:
https://www.academia.edu/30673639/Membongkar_Mitos_Jurnal_Ber-ISSN_Wajib_Terakreditasi_Dikti_yang_Hanya_Mendapatkan_Nilai_Kumulatif_bagi_Dosen_di_Indonesia

Anda punya penelitian yang belum dipublikasikan? Buruan sebelum penelitiannya didahului oleh orang lain, sebab pemikiran seseorang lebih sering memiliki ide yang sama, tetapi yang menang adalah yang pertama kali memublikasikannya, segera gabung di: https://www.facebook.com/groups/StudiKulturalIndonesia/ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar