Sabtu, 31 Desember 2016

Story Waveform Model sebagai Alternatif lebih Baik dari Story Mountain Model dalam Mendesain Cerita agar Lebih Mudah oleh Michael Sega Gumelar

An1mage/ Universitas Udayana/Universitas Surya/ Perguruan Tinggi Keling Kumang, Komunitas Studi Kultural, Serikat Dosen Indonesia, i-komik

Abstrak
Tidak semua orang dapat membuat cerita. Namun, banyak orang dapat bercerita secara lisan. Untuk itu, penelitian ini akan memberikan tambahan dan pengayaan bagaimana cara membuat cerita dengan lebih mudah, studi ini juga menawarkan pendekatan model baru yang disebut Story Waveform Model. Pendekatan ini konsepnya berbeda dengan pendekatan penyusunan Story Mountain Model yang selama ini banyak digunakan.

Story Waveform Model ini dapat menjadi acuan yang lebih mudah dalam menjelaskan suatu struktur cerita dan dalam membuat kerangka cerita atau plot, di mana plot tersebut da[at dijadikan bab atau subbab.

Silakan download versi lengkapnya dengan mendaftar gratis, mendownload gratis, dan silakan di-share gratis di link berikut:
https://www.academia.edu/30673554/Story_Waveform_Model_sebagai_Alternatif_lebih_Baik_dari_Story_Mountain_Model_dalam_Mendesain_Cerita_agar_Lebih_Mudah

Anda punya penelitian yang belum dipublikasikan? Buruan sebelum penelitiannya didahului oleh orang lain, sebab pemikiran seseorang lebih sering memiliki ide yang sama, tetapi yang menang adalah yang pertama kali memublikasikannya, segera gabung di: https://www.facebook.com/groups/StudiKulturalIndonesia/ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar