Minggu, 01 Januari 2017

Perempuan Bali dalam Pergulatan Gender (Kajian Budaya, Tradisi, dan Agama Hindu) oleh Ni Nyoman Rahmawati

Gender merupakan interaksi sosial masyarakat yang membedakan perilaku antara laki-laki dan perempuan secara proporsional menyakut moral etika dan budaya  Kekeliruan dalam merefleksikan konsep purusa dan pradana dalam wujud laki-laki dan perempuan dalam kehidupan sosial di masyarakat telah menimbulkan adanya ketimpangan dan ketidakadilan terhadap perempuan di Bali, yang memadang laki-laki memiliki kedudukan yang lebih istimewa dari pada perempuan.

Hal ini tercermin dari pemberlakuan hukum adat yang masih belum memiliki kesetaraan gender  walaupun dari hasil penelitian terdahulu menyatakan bahwa Kaum Perempuan Bali tidak merasa mengalami ketidakadilan gender karena memaknai setiap perannya sebagai sebuah kewajiban, walaupun sebenarnya Perempuan Bali merasakan beban kerja akibat ketimpangan peran yang diterimanya.  Hal ini kontradiktif dengan Pandangan Hindu yang memuliakan kaum perempuan sebagai kekuatan  sakti, yang memiliki  peran yang penting dalam penciptaan alam semesta .

Detailnya lihat di link berikut:
https://www.academia.edu/23449118/Perempuan_Bali_dalam_Pergulatan_Gender_Kajian_Budaya_Tradisi_dan_Agama_Hindu_

Anda punya penelitian yang belum dipublikasikan? Buruan sebelum penelitiannya didahului oleh orang lain, sebab pemikiran seseorang lebih sering memiliki ide yang sama, tetapi yang menang adalah yang pertama kali memublikasikannya, segera gabung di: https://www.facebook.com/groups/StudiKulturalIndonesia/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar